Sabtu, 13 Oktober 2012

Pengertian Kurva Kemungkinan Produksi

Dalam ekonomi, kurva kemungkinan produksi atau bisa juga disebut product transformation curve adalah suat grafik yang menunjukkan kemungkinan produksi dua komoditas yang dihasilkan dengan menggunakan faktor produksi yang sama dan tetap. Dalam kurva ini, konsep biaya peluang dan diminishing return dapat diterapkan. Misalnya, dalam gambar di bawah ini, untuk memproduksi 10 mentega (butter) lagi (dari A ke B), hanya 5 senapan (gun) yang menjadi biaya peluang. Akan tetapi, bila ingin menghasilkan 10 mentega terakhir (dari C ke D), biaya peluangnya jauh lebih besar yaitu 50 senapan.480px-PPF_opportunity_cost.svg.png
Dalam contoh lain juga dijelaskan sebagai berikut :
Text Box: Y1

Y2
Y

 



Text Box: X1  X2       0                                                        X

Menurut Case dan Fair (1996: 142) pertumbuhan ekonomi terjadi apabila
masyarakat mendapat lebih banyak sumber secara lebih efisien. Pertumbuhan
ekonomi akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena pertumbuhan ekonomi
dapat menggeser kurva kemungkinan produksi masyarakat.
Kurva kemungkinan produksi adalah kurva yang menunjukkan semua
kombinasi yang mungkin dapat diproduksi dengan teknologi yang sekarang ini dan
semua sumber daya yang tersedia telah dimanfaatkan secara penuh dan efisien.
Pertumbuhan ekonomi akan menggeser batas kemungkinan produksi masyarakat
kekanan atas.

            Permasalan dalam ekonomi yang selalu ada dalam setiap individu membuat individu haruslah mengambil keputusan dengan bijak, keterbatasan sumber daya membuat individu maupun kelompok harus membuat pilihan atas apa yang akan dipenuhi. Akses dari pilihan-pilihan tersebut harys ada yang dikorbankan atau lebih dikenal dengan opprtunity cost.
Opportunity cost berkaitan dengan kurva kemungkinan produksi yang menunjukan kemungkinan / peluang produksi dari dua jenis barang atau lebih.

Sebagai contoh kasus yang menggunakan Kurva Kemungkinan Produksi :

Analisis ekonomi terhadap suatu sistem agroforestri harus memperhatikan ciri-ciri sistem agroforestri. Hal itu dapat dijelaskan dengan penggunaan kurvakemungkinan produksi bagi kombinasi produksi tanaman setahun dantanaman tahunan/pohon. (Gambar 1 Kurva KemungkinanProduksi Jangka Pendek (Nair, 1993)
Pada kondisi nyata di lapangan, produksi dari suatu sistem agroforestrimembutuhkan jangka waktu lama untuk dapat menghasilkan produk darispesies tanaman tahunan. Selain itu manfaat keberadaan sistem agroforestri
http://htmlimg4.scribdassets.com/1vifxd69z4l1gzv/images/18-413598e387.jpg
                                    Gambar 1

terhadap lingkungan tidak bisa dilihat dalam waktu pendek. Oleh karena ituanalisis jangka panjang dianggap lebih tepat untuk melihat keseluruhankeuntungan yang dapat diberikan oleh suatu sistem agroforestri. Hal tersebutdapat dijelaskan melalui kurva kemungkinan produksi jangka panjang yangberbentuk tiga dimensi (Gambar 2)
 19-cdad36503b.jpg
Gambar 2. KurvaKemungkinan ProduksiJangka Panjang (Nair,1993).

Hasil-hasil penelitian memperlihatkan bahwa sistem pertanaman monokulturtanaman semusim/pangan dalam jangka panjang menyebabkan terjadinyapenurunan kesuburan lahan yang akhirnya mengakibatkan penurunanproduksi tanaman dari tahun ke tahun. Pada Gambar 2 hal itu diperlihatkanapabila produksi tanaman semusim secara monokultur pada saat ini adalah C
 maka pada jangka panjang tingkat produksi tanaman semusim akan menurun menjadi C'. Oleh karena itu pertanian monokultur umumnya membutuhkanpenambahan pupuk buatan maupun pupuk organik yang jumlahnya semakinmeningkat setiap tahun. Apabila kebutuhan pangan keluarga itu sebesar S, yang berjumlah tetap dalam jangka panjang (S'), maka kemungkinankebutuhan subsisten tersebut tidak akan bisa dipenuhi (S' > C'). Sedangkanpenanaman tanaman tahunan/pohon jenis-jenis tertentu mampu menjagakesuburan lahan atau bahkan meningkatkan kesuburan lahan, melaluikemampuan pohon untuk melakukan daur ulang unsur hara. Gambar 2memperlihatkan produksi tanaman tahunan pada masa sekarang M dan padamasa yang akan datang menjadi M'.
Pencampuran tanaman semusim/pangan dan pohon dalam jangka panjangakan menjaga penurunan kesuburan lahan dan produksi tanaman pangan.Apabila pada saat ini kita menanam tanaman tahunan sebesar a yang dalam jangka panjang akan menjadi a'.
Tanaman tahunan/pohon diharapkan mampumempertahankan kesuburan lahan, sehingga tidak terjadi penurunan produksitanaman pangan secara drastis pada masa yang akan datang. Apabila hal initerpenuhi, paling tidak kebutuhan subsisten keluarga akan masih terpenuhidalam jangka panjang (a").
Kolom 4 memperlihatkan perbedaan produksi jagung apabila ditanam dalamsistem agroforestri dan monokultur

Daftar Pustaka :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kurva_kemungkinan_produksi
http://www.scribd.com/doc/32855770/10/Kurva-kemungkinan-produksi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar